APBI Sebut Covid-19 Picu Penurunan Permintaan Batubara Nasional APBI Sebut Covid-19 Picu Penurunan Permintaan Batubara Nasional
Jakarta, Situsenergy.com Asosiasi Pertambangan Batubara (APBI) menilai pandemi covid-19 memicu potensi kerugian yang cukup signifikan bagi perusahaan penambang batubara. Pasalnya permintaan global cenderung turun... APBI Sebut Covid-19 Picu Penurunan Permintaan Batubara Nasional

Jakarta, Situsenergy.com

Asosiasi Pertambangan Batubara (APBI) menilai pandemi covid-19 memicu potensi kerugian yang cukup signifikan bagi perusahaan penambang batubara. Pasalnya permintaan global cenderung turun karena konsumsi untuk kebutuhan industri juga mengalami penurunan. Diperkirakan sekitar 85 juta metric ton (MT) demand terhadap batubara akan terganggu. Bahkan diperkirakan penurunan permintaan akan terus berlanjut apabila pandemi ini masih belum akan berakhir di berbagai negara pengguna batubara.

Ketua Umum APBI, Hendra Sianida, mengatakan produsen batubara nasional mulai terdampak adanya virus covid-19 atau Corona. Permintaan batubara mulai anjlok sehingga menganggu suplai dan demand. Sementara dari sisi suplai sebenarnya para produsen tersebut sangat mampu untuk memenuhi kebutuhan baik domestik ataupun ekspor.

Dari catatannya setidaknya tiga negara pengimpor batubara terbanyak dari Indonesia mulai turun yaitu China, India dan Filipina. Sebelum covid-19 permintaan batubara di China mencapai 200,3 juta ton, namun saat ini menjadi 190 juta ton atau turun 5,1 persen. Sementara ke India dari sebelumnya 180 juta ton menjadi 140 juta ton atau setara penurunan 22,2 persen. Kemudian ke Filipina dari semula 30 juta ton menjadi 25 juta ton atau turun 16,7 persen.

“Hampir separuh dari profitabilitas dari tambang dunia negatif karena suplai dan demand. Sisi suplai kuat namun demand turun terus, penurunan demand terbesar dari Tiongkok dan India,” ujar Hendra dalam diskusi virtual dengan awak media, Rabu (1/7).

Dijelaskannya bahwa sekitar 47 persen pasokan batubara global searbone dalam kondisi merugi saat ini. Menurutnya Indonesia, Kolombia, Rusia dan Amerika Serikat menjadi negara yang paling terdampak saat ini. Dikabarkan bahwa negara – negara tersebut sudah mulai melakukan pengurangan produksi untuk membantu meningkatkan harga. Pasalnya dengan suplai yang melebihi permintaan mendorong penurunan harga batubara secara global lantaran jumlah permintaan yang semakin melemah

“Estimasi kami akan lebih worst lagi tapi mudah – mudahan itu nggak terjadi. Saat ini banyak pengusaha menjual batubara di bawah cost,” sambung Hendra. (DIN/rif)

No comments so far.

Be first to leave comment below.

Your email address will not be published. Required fields are marked *