BOC vs BOD PERTAMINA? JANGAN BAKAR RUMAH HANYA UNTUK MEMBUNUH TIKUS BOC vs BOD PERTAMINA? JANGAN BAKAR RUMAH HANYA UNTUK MEMBUNUH TIKUS
Oleh : Ferdinand Hutahaean Dir. Eksekutif EWI Selasa kemarin 15 September 2020 beredar sebuah video youtube yang cukup mengagetkan. *Ahok BTP sang Komisaris Utama... BOC vs BOD PERTAMINA? JANGAN BAKAR RUMAH HANYA UNTUK MEMBUNUH TIKUS

Oleh : Ferdinand Hutahaean

Dir. Eksekutif EWI

Selasa kemarin 15 September 2020 beredar sebuah video youtube yang cukup mengagetkan. *Ahok BTP sang Komisaris Utama Pertamina tiba-tiba mengeluarkan pernyataan yang cukup keras, pedas bahkan bisa menjadi bom peledak sekaligus bagi Pertamina sebagai badan usaha.* Ahok menunding Direksi Pertamina dengan diksi yang kurang patut, seperti kalimat otaknya utang terus, direksi lambat, bodoh aja bisa jadi direksi, adalah kata atau pilihan diksi yang bisa membakar lumbung atau rumah Pertamina secara langsung atau tidak langsung. Kemudian media ramai memberitakan dengan berbagai macam judul yang memancing reaksi beragam publik. Ada yang senang, ada yang tertawa ada pula yang jengkel kepada Ahok BTP.

Kita tentu mendukung segala upaya perbaikan internal Pertamina yang selama ini bagi publik memang dilihat sebagai sarang mafia disektor migas. Apa yang disampaikan Ahok tentang Konsultan yang dibayar hingga 1,5 T pertahun memang jadi pertanyaan bagi kita. *Apa yang dikerjakan konsultan itu hingga bayarannya 1,5 T pertahun? Berapa banyak konsultan didalam yang bekerja untuk Pertamina? Hal seperti ini kita dukung untuk diperbaiki.* Dan tentu memperbaiki hal-hal lain yang masih kita nilai kurang baik di internal Pertamina.

Namun demikian, cara Ahok menyampaikan kondisi tersebut ke publik secara terbuka bukanlah sesuatu yang bijak. *Di Pertamina ada rapat rutin antara BOD dengan BOC. Forum itu menjadi ajang diskusi, evaluasi dan lain hal antara Direksi dengan Komisaris. Mestinya Ahok bicara disana dan bila tidak ada titik temu, Ahok BTP sebagai perwakilan pemegang saham atau perwakilan pemerintah melaporkan kondisi tersebut kepada Menteri BUMN yang menugaskan dia sebagai perwakilan pemerintah di Pertamina, bukan mengumbarnya ke publik dengan diksi yang tidak sepatutnya.*

*Apa yang dilakukan Ahok ini sama saja istilahnya mebakar rumah hanya untuk mengusir tikus. Ini tidak betul..!* Sementara tikus bisa dibunuh dengan diam, pasang perangkap, pakai racun, gunakan kucing, atau dengan teknologi pengusir tikus yang lainnya, bukan teriak-teriak keluar rumah bahwa dirumahnya ada tikus. Tentu teriakan tak akan mengusir tikus. *Mengapa saya sebut yang dilakukan Ahok ini seperti membakar rumah sendiri? Karena dampak dari pernyataan Ahok tersebut bisa saja mendegradasi atau menghilangkan trust, kepercayaan mitra-mitra usaha Pertamina baik itu dalam kerjasama minyak dan gas atau kerjasama keuangan lainnya bisa hilang.* Mitra-mitra ini bisa berasumsi bahwa Direksi sekarang sudah tak dipercaya dan akan dicopot, maka bisa saja mereka menghentikan semua kesepatakan-kesepatan usaha yang akan dilaksanakan. Dampaknya apa? Pertamina sebagai Badan Usaha kehilangan trust global dan dampak negatif ekonominya akan besar kepada Pertamina dan Negara secara langsung. *Padahalkan utang itu diajukan oleh Direksi atau BOD sudah atas persetujuan BOC atau Komisaris, jadi kenapa kesal?* Kalau itu tanpa persetujuan Komisaris, sudah pasti para Direksi diberhentikan seketika itu juga.

Ahok BTP boleh saja punya agenda tertentu terkait masa depan Badan Usaha seperti yang dia sampaikan ingin Super Holding. *Mungkin Ahok bercita-cita jadi Bos dalam super holding itu, boleh saja dan sah saja, tapi sekali lagi jangan membakar rumah hanya untuk membunuh tikus.* Mari kita perbaiki Pertamina dengan cara yang benar dan elegant. Saya dan banyak masyarakat pasti mendukung segala upaya perbaikan perusahaan untuk menuju Pertamina perusahaan yang bersih, transparan, kelas dunia dan menjadi urat nadi ekonomi bangsa.[•]

No comments so far.

Be first to leave comment below.

Your email address will not be published. Required fields are marked *