Harga Minyak Lagi-Lagi Drop, Faktor Penguncian Akibat Virus Corona Jadi Penyebab Harga Minyak Lagi-Lagi Drop, Faktor Penguncian Akibat Virus Corona Jadi Penyebab
Singapura, Situsenergy.com Harga minyak merosot untuk sesi kedua berturut-turut pada Senin, terimbas penguncian Covid-19 yang meningkatkan kekhawatiran baru tentang permintaan bahan bakar global. Minyak... Harga Minyak Lagi-Lagi Drop, Faktor Penguncian Akibat Virus Corona Jadi Penyebab

Singapura, Situsenergy.com

Harga minyak merosot untuk sesi kedua berturut-turut pada Senin, terimbas penguncian Covid-19 yang meningkatkan kekhawatiran baru tentang permintaan bahan bakar global.

Minyak mentah berjangka Brent untuk kontrak pengiriman Maret, patokan internasional, turun 10 sen, atau 0,18 persen menjadi USD55,31 per barel pada pukul 09.39 WIB, demikian laporan  Reuters,  di Singapura, Senin (25/1/2021).

Sementara itu, patokan Amerika Serikat, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate untuk kontrak pengiriman Maret berada di posisi USD52,24 per barel, melemah 3 sen, atau 0,06 persen.

“Tanda-tanda permintaan yang lebih lemah membebani pasar,” kata analis ANZ, merujuk pada langkah penguncian di Hong Kong, China dan mungkin Prancis karena melonjaknya kasus Covid-19, membatasi aktivitas bisnis dan konsumsi bahan bakar.

China melaporkan kenaikan kasus Covid-19 pada Senin, mendorong penyusutan prospek permintaan di konsumen energi terbesar dunia itu, pilar utama kekuatan bagi konsumsi minyak global.

Harga Jumat lalu berada di bawah tekanan lebih lanjut setelah data dari Badan Informasi Energi menunjukkan persediaan minyak mentah Amerika secara melesat 4,4 juta barel dalam sepekan hingga 15 Januari, dibandingkan ekspektasi penurunan 1,2 juta barel.

Jumlah rig migas ditambahkan oleh perusahaan energi Amerika naik selama sembilan pekan berturut-turut dalam seminggu hingga 22 Januari, tetapi masih 52 persen di bawah periode tersebut tahun lalu, menurut data Baker Hughes.

Sejumlah dukungan untuk harga datang dalam beberapa minggu terakhir dari pengurangan produksi tambahan dari eksportir terbesar dunia, Arab Saudi. Tetapi investor mencermati dimulainya kembali pembicaraan antara Amerika Serikat dan Iran tentang kesepakatan nuklir–yang dapat membuat Washington mencabut sanksi atas ekspor minyak Teheran, meningkatkan pasokan.

Menteri Perminyakan Iran, Jumat, mengatakan ekspor minyak negara itu melonjak dalam beberapa bulan terakhir dan penjualan produk minyak bumi ke pembeli asing mencapai rekor tertinggi meski dibayangi sanksi Amerika.

Minggu, di Jakarta, Bakamla melaporkan telah menyita kapal MT Horse berbendera Iran dan MT Freya berbendera Panama atas dugaan pemindahan bahan bakar ilegal di perairan Indonesia. (SNU/RIF)

No comments so far.

Be first to leave comment below.

Your email address will not be published. Required fields are marked *