IPO ITU MASIH MIMPI, BERANTAM KARENA MIMPI ITU TAK ASIK IPO ITU MASIH MIMPI, BERANTAM KARENA MIMPI ITU TAK ASIK
Respon Kecil Atas Kegaduhan Opini Dan Pendapat Soal IPO Sub Holding Pertamina Oleh : Ferdinand Hutahaean Dir.eksekutif Energy Watch Indonesia Sejak Erick Tohir sang... IPO ITU MASIH MIMPI, BERANTAM KARENA MIMPI ITU TAK ASIK

Respon Kecil Atas Kegaduhan Opini Dan Pendapat Soal IPO Sub Holding Pertamina

Oleh : Ferdinand Hutahaean

Dir.eksekutif Energy Watch Indonesia

Sejak Erick Tohir sang Menteri BUMN menetapkan restrukturisasi perusahaan Pertamina dan menetapkan Nicke Widyawati kembali memimpin Pertamina, keriuhan informasi dan debat terus bergulir ditengah masyarakat. Bahkan paling sangar bukan lagi debat tapi ancaman. Ngilu juga rasanya mendengar ancaman-ancama bertebaran atas nama kedaulatan menjaga hajat hidup orang banyak. Semangat yang bagus tapi tanpa sadar ancaman itu justru akan mengganggu dan menghilangkan hak rakyat mendapat produksi yang menyangkut hajat hidup orang banyak itu. _Sebuah tabrakan logika yang tak sepatutnya terjadi. Pelayan hajat hidup orang banyak harusnya tak mengancam memghentikan operasi atau suplay hajat hidup orang banyak karena itu bertentangan semangatnya, benturan logikanya, bahkan jika bicara tentang hukum, itu bisa masuk perbuatan subversif.

Diskusi dan silang pendapat serta serta bantah lisan terus bergulir. Ada pendapat yang hanya didasari oleh kata pokoke alias pokoknya. Ada yang didasari pemahaman jadul alias jaman dulu yang menolak perubahan. Ada juga yang menolak karena didasari sebuah perasaan akan kehilangan sesuatu, kenyamanan dan kenikmatan. Namun ada juga pendapat mengapa menolak perubahan untuk kesejahteraan. Berbagai macam dasar, tapi itu sah saja dalam sebuah demokrasi. Demokrasi memang memberi ruang untuk perbedaan dan perdebatan.

Pertanyaan kemudian berontak dengan nada sedikit bingung. Sudah saatnyakah kita debatkan soal IPO Sub Holding? Apakah tidak premature atau perdebatan ini lahir terlalu cepat? Jangan-jangan kita sedang barantam karena mimpi padahal berantam karena mimpi itu betul-betul tak asik. Erick Tohir memberi target 2 tahun kedepan artinya sekitar tahun 2022, inipun belum tentu bisa berjalan, belum tentu ada yang beli kalaupun berjalan. Ruwet..!! Ruwet pemikiran kita, target ini masih sebatas mimpi tapi ruang publik sudah gaduh.

IPO ini masih jauh dari mata dan belum tentu masuk dihati nantinya. Yang didepan mata saat ini adalah bagaimana restrukturisasi Pertamina ini jalan dan sukses. Banyak perusahaan migas global sudah mengurangi pekerja demi efisiensi akibat pandemi yang menghantam konsumsi migas dunia. Hebatnya Pertamina bertahan dengan seluruh pekerjanya tanpa pengurangan bahkan masih mendapatkan hak-haknya tanpa pengurangan dan tambahan bonus pendapatan dalam bentuk penerimaan yang sah. Nikmat apalagi yang mau didustakan?

Sudahlah, hentikan riuh adu argumen tentang IPO ini, karena ada waktunya nanti ketika IPO betul-betul akan dilakukan. Sebaiknya kita jaga restrukturisasi perusahaan supaya berhasil tanpa pengurangan pekerja, itu yang perlu dan sangat utama saat ini. Karena ini menyangkut hajat hidup pekerja dan keluarga.

Sekali lagi saya sampaikan diakhir tulisan ini, IPO itu masih mimpi, tidak asik berantam karena mimpi yang belum tentu nyata dan terjadi. *Jika mau berantam, berantamlah jika ada pengurangan karyawan atau PHK pekerja akibat restrukturisasi ini. Tapi saya yakin, management Pertamina dibawah pimpinan Nicke tak akan memilih jalan PHK, tapi memilih membesarkan anak-anaknya dengan segala cara yang ada. *

No comments so far.

Be first to leave comment below.

Your email address will not be published. Required fields are marked *