Keberhasilan Program Elpiji Kota Jambi Jadi objek Studi Banding Pemkab Lahat dan Pagar Alam Keberhasilan Program Elpiji Kota Jambi Jadi objek Studi Banding Pemkab Lahat dan Pagar Alam
YLKI Bantah Punya Cabang Dimanapun Juga Jakarta, Situsenergy.com Kesuksesan pemerintah Kota Jambi dalam menerapkan kartu pelanggan gas elpiji 3 kilogram (Kg), dijadikan objek studi... Keberhasilan Program Elpiji Kota Jambi Jadi objek Studi Banding Pemkab Lahat dan Pagar Alam

YLKI Bantah Punya Cabang Dimanapun Juga

Jakarta, Situsenergy.com

Kesuksesan pemerintah Kota Jambi dalam menerapkan kartu pelanggan gas elpiji 3 kilogram (Kg), dijadikan objek studi banding oleh Pemkab Lahat dan Pemkot Pagar Alam.

Penerapan Kartu Pelanggan elpiji 3 kg yang untuk menyeimbangkan antara kebutuhan dan pasokan gas di kota tersebut menarik perhatian Tim SDA Pemkab Lahat dan kepala dinas Perindagkop Kota Pagar Alam.

Untuk diketahui , Bahkan Jambi telah menjadi proyek percontohan nasional dalam implementasi kartu pelanggan gas. Dengan inovasi ini menjadikan penyaluran gas melon lebih tertib dan tepat sasaran sehingga bisa menghindari kelangkaan gas.

Wakil Walikota Jambi, Maulana, menjelaskan bahwa untuk menjalankan program ini awalnya tidak mudah. Dibutuhkan upaya yang keras dan berkelanjutan khususnya dalam hal pendataan calon penerima gas bersubsidi. Selain itu perlu dibuatkan sebuah payung hukum atau regulasi yang bisa menjadi rujukan dalam implementasi program tersebut.

“Dimulai dari persiapan administrasi, payung hukum dipersiapkan tentunya kemudian secara teknis mulai pendataan pelanggan. Nah itu yang sulit termasuk pembagian kuota dan pemetaan. Setelah itu dikeluarkan Surat Keputusan Walikota tentang siapa dan dimana ambilnya agar suplai dan demand teratur sesuai dengan kriteria yang ditentukan,” ujar Maulana saat menjadi pembicara dalam studi banding implementasi program kartu pelanggan gas bersama Pemerintah Kota Lahat dan Pemerintah Kota Pagar Alam beberapa waktu lalu.

Menurutnya, saat ini data penduduk yang berhak mendapatkan gas melon di Jambi mencapai 531.837 jiwa. Adapun jumlah agen gas saat ini sebanyak 9 agen dan sebanyak 474 pangkalan. Maulana menegaskan untuk bisa memastikan program ini berjalan terus menerus dibutuhkan pengawasan atau monitoring yang ketat.

“Yang paling berat sekarang ini adalah pengawasan supaya tidak ada pelanggaran,” pungkasnya.

Kota Jambi menjadi daerah untuk studi banding bagi pemkab Lahat dan pemkot Pagar alam mengingat kabupaten dan kota ini memiliki hampir kesamaan jumlah penduduk maupun agen dan pangkalan elpiji.
Menurut data , jumlah penduduk kota Jambi adalah
Sebanyak 531.847 jiwa sedangkan penduduk Kab Lahat sebanyak 409.348 jiwa .
Jumlah agen elpji di Jambi sebanyak 9 agen sedang di Kab Lahat sebanyak 6 agen.
Jumlah Pangkalan elpiji 3 kg di Kota Jambi sebanyak 474 sedangakan di Kab Lahat ada sebanyak 268 pangkalan.

YLKI hanya Satu, Tidak punya Cabang Dimanapun

Terkait adanya pertanyaan masyarakat kepada YLKI bahwa terdapat YLKI di Kabupaten Lahat , Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia, Tulus Abadi , dalam siaran pers nya yang disebarkan ke media media nasional di Jakarta 15 September 2020, mengatakan bahwa : “Saat ini banyak lembaga konsumen dengan nama YLKI, walau ada embel embel nama suatu kota di belakangnya, sesuai domisilinya, maka Saya tegaskan bahwa secara hukum, YLKI itu hanya satu, dan tidak ada cabang dimanapun, di seluruh Indonesia. Jika ada lembaga konsumen bernama YLKI, sekalipun dengan embel embel nama kota di belakangnya, itu bukan cabang YLKI” ungkap Tulus .

“Oleh karena itu, jika ada pihak pihak yang merasa dirugikan oleh lembaga konsumen yang menyaru nama YLKI, sebaiknya dilaporkan pada pihak yang berwajib, misalnya Kementerian Perdagangan dan atau Dinas Perdagangan setempat, agar dicabut nomor TDLPK-nya (Tanda Daftar Lembaga Perlindungan Konsumen) dan Jika menjurus pada dimensi pidana, seperti tendensi pemerasan, bisa dilaporkan ke pihak polisi, demikian tegas Tulus Abadi Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia, YLKI. (din/rif)

No comments so far.

Be first to leave comment below.

Your email address will not be published. Required fields are marked *