Meski Listrik Sempat Padam, PLN Tetap Dibutuhkan Meski Listrik Sempat Padam, PLN Tetap Dibutuhkan
Jakarta, Situsenergy.com FORUM Masyarakat Peduli BUMN PT PLN (Persero) mengaku prihatin atas kejadian padamnya listrik pada hari Minggu (04/8) lalu karena adanya musibah “Black... Meski Listrik Sempat Padam, PLN Tetap Dibutuhkan

Jakarta, Situsenergy.com

FORUM Masyarakat Peduli BUMN PT PLN (Persero) mengaku prihatin atas kejadian padamnya listrik pada hari Minggu (04/8) lalu karena adanya musibah “Black Out” yang tidak diharapkan oleh semua pihak.

Hal ini disampaikan Forum Masyarakat Peduli BUMN PT PLN, Sofyano Zakaria dan beberapa pengamat energi lainnya, dalam keterangan resminya yang diterima Situsenergy.com di Jakarta, Kamis (08/8).

“Kami memahami kekecewaan dan kekesalan publik atas kinerja PLN terkait kejadian yang berakibat telah tergganggu aktifitas sosial-ekonomi masyarakat di sebagian Pulau Jawa,” kata Sofyano.

Dr Marwan Batubara yang juga menyampaikan hal terssbut menambahkan, sebagai sebuah musibah yang tak diharapkan oleh siapapun juga, maka pihaknya sangat memahami pengelolaan PLN sebagai BUMN yang mengurusi cabang produksi penting bagi orang banyak tidaklah mudah di tengah banyaknya keinginan  dan tekanan terkait kebijakan energi nasional yang tak lepas dari keinginan banyak pihak.

“Di tengah musibah black out dan tekanan lingkungan (environment) yang tidak menguntungkan bagi BUMN, khususnya PLN, serta dalam rangka menyambut peringatan HUT RI ke-74 yang dahulu diperjuangkan dengan penuh pengorbanan, jiwa, raga, harta benda, kami mendukung penuh pimpinan PLN beserta jajarannya untuk melakukan perbaikan kinerja manajemen agar musibah black out di kemudian hari tidak terulang kembali,” ujar para pengamat energi nasional yang juga tergabung dalam Asosiasi Pengamat Energi Indonesia (APEI).

Sebagai pelanggan, pihaknya juga masih sangat membutuhkan PLN sebagai BUMN yang diberikan mandat oleh konstitusi Pasal 33 UUD 1945 dalam mengelola penguasaan negara atas cabang produksi penting yang menguasai hajat hidup orang banyak dalam menggerakkan perekonomian masyarakat, bangsa dan negara.

“Memperhatikan tugas pokok dan fungsi PLN di atas, maka kami merasa tidak perlu menggugat dan atau meminta kompensasi dalam bentuk apapun atas musibah black out yang telah terjadi,” ujarnya.

“Kami juga meminta kepada otoritas yang terkait dengan kebijakan energi dan keberlanjutan eksistensi BUMN pada umumnya dan PLN pada khususnya, yaitu Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan Kementerian BUMN turut mengambil porsi tanggungjawab atas musibah black out tersebut. Sebab kinerja manajemen PLN yang ditunjukkan selama lima tahun terakhir ini sangat dipengaruhi oleh berbagai kebijakan yang diambil oleh kedua kementerian tersebut,” paparnya.

Sementara Forum Masyarakat Peduli BUMN PT PLN lainnya, Defiyan Cori mengatakan, PLN sebagaimana Pertamina dan Garuda Indonesia adalah beberapa BUMN diantara BUMN lainnya yang merupakan harta kekayaan negara (asset) kebanggaan rakyat Indonesia sehingga harus dikelola secara hati-hati dan profesional serta harus terus didukung di tengah banyaknya pihak yang mempolitisasi hak monopoli yang jelas sah secara konstitusi ekonomi. “Seharusnya semua pihak mendukung PLN, bukan justru memanfaatkan musibah black out ini dengan meminta kompensasi yang berlebihan. Kita sangat prihatin dengan banyaknya pihak yang memanfaatkan musibah ini,” pungkasnya.

Salamuddin Daeng juga berharap Agar musibah tersebut tidak dipolitisir untuk “meliberalisasi” pengelolaan listrik maupun un-bundling PLN yang bertentangan dengan UUD ‘45 khususnya pasal 33”.

Selain Sofyano dan Defiyan Cori, sejumlah praktisi yang tergabung dalam Forum Masyarakat Peduli BUMN PLN diantaranya Dr. Marwan Batubara (IRESS), Dr Marwan Batubara (IRESS), Mamit Setiawan (Energy Watch), M Kholid Syeirazi (ISNU) dan Salamuddin Daeng (AEPI).(adi)

No comments so far.

Be first to leave comment below.

Your email address will not be published. Required fields are marked *