Pertamina RU V Salurkan Bantuan Korban Banjir Melalui Dua Metode Pertamina RU V Salurkan Bantuan Korban Banjir Melalui Dua Metode
Jakarta, Situsenergy.com Region Manager Communication, Relations & CSR Kalimantan Roberth MV Dumatubun mengatakan bahwa penyaluran bantuan untuk korban bencana di Kalimantan Selatan menurut Roberth... Pertamina RU V Salurkan Bantuan Korban Banjir Melalui Dua Metode

Jakarta, Situsenergy.com

Region Manager Communication, Relations & CSR Kalimantan Roberth MV Dumatubun mengatakan bahwa penyaluran bantuan untuk korban bencana di Kalimantan Selatan menurut Roberth dilakukan melalui dua metode.

“Metode pertama dilakukan melalui pengiriman relawan Pertamina yang tergabung dalam Serikat Pekerja Mathilda seperti yang saat ini dilakukan. Dan metode kedua melalui Lembaga Aksi Cepat Tanggap (ACT),” kata dia dalam keterangan persnya yang diterima di Jakarta, Minggu (31/1/2021).

Bantuan tersebut, kata dia, disalurkan di gelombang kedua ini berupa kompor gas 85 buah, regulator 85 buah, tabung Gas 5.5 Kg 85 buah, serta tandon air kapasitas 1.200 liter 3 set lengkap dengan penyanggahnya.

“Sementara penyaluran bantuan untuk korban bencana di Sulawesi Barat dilakukan melalui kerja sama dengan ACT,” katanya.

Ia  juga menyampaikan bahwa Pertamina RU V Balikpapan memang melakukan donasi dana dalam rangka membantu korban bencana di Kalimantan Selatan dan Sulawesi Barat. “Total final jumlah donasi yang terkumpul sebesar Rp. 234.019.000,” katanya.

Sementara GM Pertamina RU V Balikpapan Eko Sunarno mengatakan, bahwa pihaknya kembali mengirimkan relawan dan bantuan untuk korban bencana alam di Kalimantan Selatan. Rombongan relawan melalui Serikat Pekerja Mathilda dilepas oleh General Manager Pertamina RU V Balikpapan (Sabtu, 30/01).

Menurutnya, kehadiran relawan dalam penyaluran bantuan harus semakin menunjukkan kehadiran Pertamina di setiap keadaan.

“Tunjukkan bahwa kita pekerja Pertamina adalah orang yang peduli. Iklas membantu serta memberikan bantuannya dengan hati,” kata Eko.

Ia berharap, bantuan ini dapat membantu mereka yang memerlukan dan benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat di sana.  “Mari kita bantu saudara-saudara kita yang sedang dilanda bencana. Jika bantuan sesuai dengan kebutuhan, maka akan muncul rasa bahagia pada mereka yang menerimanya. Keberangkatan pada gelombang pertama kemarin harus dijadikan bahan evaluasi agar bantuan sesuai dengan apa yang diperlukan,” paparnya.

Eko juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada para relawan yang akan berangkat. Selain itu, ia juga berpesan agar para relawan dapat bersikap mandiri.

“Relawan sifatnya membantu mereka yang kesusahan, jadi jangan jutru merepotkan. Kita datang untuk meringankan bukan memperberat,” katanya.

“Segala tindakan kita akan melekat pada relawan. Tunjukkan Pekerja Pertamina adalah orang-orang yang tulus dalam membantu. Memang kita harus menempuh jarak 7 sampai 8 jam lewat perjalan darat namun kita bisa berbuat banya,” tambah dia.

Di tengah pandemi Covid-19, Eko juga menyampaikan bahwa pekerja adalah aset perusahaan. “Relawan harus menjaga diri. Protokol kesehatan harus tetap diupayakan,” katanya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Serikat Pekerja Mathilda Mugiyanto mengayakan, bahwa penyaluran bantuan kepada korban bencana merupakan bagian dari komitmen serikat pekerja. Dia menjelaskan bahwa pengiriman relawan pertama dapat berjalan dengan baik.

“Dalam kondisi pandemi ini, pengiriman relawan memang menjadi dilema yang cukup besar juga. Namun kita berupaya untuk menunjukkan kepedulian kita. Kehadiran relawan untuk menunjukkan kehadiran kita untuk melayani masyarakat,” paparnya.

“Selain itu, penyaluran bantuan ini merupakan amanah yang harus dilaksanakan sebaik-baiknya,” lanjut dia.(ert/rif)

No comments so far.

Be first to leave comment below.

Your email address will not be published. Required fields are marked *