PLN Listriki Dua Pulau Terpencil di Provinsi Kepulauan Riau PLN Listriki Dua Pulau Terpencil di Provinsi Kepulauan Riau
Jakarta, situsennergy.com Setidaknya 400 kepala keluarga di Pulau Jaloh dan Pulau Selat Nenek, Batam, Kepulauan Riau telah menikmati listrik PLN. Keberhasilan PLN ini, menjadi... PLN Listriki Dua Pulau Terpencil di Provinsi Kepulauan Riau

Jakarta, situsennergy.com

Setidaknya 400 kepala keluarga di Pulau Jaloh dan Pulau Selat Nenek, Batam, Kepulauan Riau telah menikmati listrik PLN. Keberhasilan PLN ini, menjadi salah satu wujud komitmen menghadirkan listrik ke seluruh pelosok negeri, agar bisa dinikmati dan menggerakan roda perekonomian seluruh masyarakat.

Hadirnya listrik PLN di dua pulau terpencil tersebut, langsung berdampak positif pada peningkatan aktivitas perekonomian warga. Jika sebelumnya hanya menikmati listrik selama 6 jam per harinya, maka kini masyarakat dapat menikmati listrik 24 jam per hari.

 

Beban masyarakat pun berkurang, mengingat warga Pulau Jaloh dan Selat Nenek harus menggunakan mesin swadaya untuk menghasilkan listrik.

Biaya yang harus dikeluarkan ketika menggunakan mesin swadaya, tidak sedikit. Setiap warga harus membayar biaya listrik Rp 8.000,- per hari untuk mendapatkan listrik selama 6 jam dengan daya 450 Volt Ampere (VA).

Berbeda dengan listrik PLN yang jauh lebih murah. Rata-rata pelanggan hanya perlu membayar Rp 3.500 per hari jika penggunaan listrik selama 14 jam dan daya 900 VA.

Executive Vice President Corporate Communication and CSR, Agung Murdifi mengungkapkan bahwa ini merupakan komitmen PLN untuk menghadirkan listrik hingga ke seluruh negeri.

“Semoga listrik ini dapat bermanfaat bagi masyarakat. Menghadirkan terang dan meningkatkan kesejahteraan,” ucap Agung dalam pesan tertulisnya yang diterima di Jakarta, Sabtu,

Menurutnya menjelang Hari Listrik Nasional ke 75, rasio elektrifikasi terus mendekati 100 persen. “PLN terus berupaya menghadirkan listrik ke seluruh pelosok negeri, agar bisa dinikmati oleh seluruh masyarakat dan menggerakan roda perekonomian,” ungkapnya.

Untuk menghadirkan listrik di Pulau Jaloh dan Pulau Selat Nenek, kata Agung, PLN membangun Jaringan Tegangan Rendah (JTR) sepanjang 6 kilometer sirkuit. Pasokan listrik berasal dari pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) berkapasitas 100 kiloWatt (kW) untuk masing-masing lokasi.

“PLN melakukan kerja cepat dalam pengerjaan infrastruktur listrik desa di kedua pulau yang hanya memakan waktu tiga minggu mulai dari pengangkutan material distribusi, mesin, hingga listrik menyala,” pungkasnya.

Sementara itu, melihat pentingnya keberadaan listrik, masyarakat tergerak untuk bergotong royong membantu petugas dalam membangun jaringan listrik.

Warga Pulau Selat Nenek mengaku sekarang lebih nyaman, apalagi anak-anak bisa belajar kapan saja. “Selain itu, masyarakat kami sebagian besar berprofesi sebagai nelayan, dulu keperlua batu es kita beli dari Batam, sekarang kita bisa membuat sendiri,” ucap salah satu warga, Zainal.(MUL/rif)

No comments so far.

Be first to leave comment below.

Your email address will not be published. Required fields are marked *