PROYEK DIGITALISASI PERTAMINA GELAP GULITA? PROYEK DIGITALISASI PERTAMINA GELAP GULITA?
Oleh : Ferdinand Hutahaean Dir. Eksekutif EWI Publik tentu masih ingat viralnya video Ahok BTP September lalu yang salah satunya membongkar tentang proyek digitalisasi... PROYEK DIGITALISASI PERTAMINA GELAP GULITA?

Oleh : Ferdinand Hutahaean

Dir. Eksekutif EWI

Publik tentu masih ingat viralnya video Ahok BTP September lalu yang salah satunya membongkar tentang proyek digitalisasi Pertamina. Proyek digitalisasi ini tujuannya paperless atau mengurangi dan menghilangkan penggunaan kertas serta menggunakan tanda tangan elektronik. Tujuannya bagus dan proyek ini harus didukung supaya sukses dan berhasil.

Namun demikian, meski proyek ini tujuannya bagus dan harus sukses, tentu prosesnya tidak boleh gelap gulita dan tertutup. Semua penggunaan anggaran yang menggunakan uang rakyat harus transparan dan harus bisa diakses publik sebagai salah satu wujud pertanggung jawaban integritas pejabat kepada publik. Pertamina kita ketahui telah membangun sistem standar ISO termasuk SMAP / anti penyuapan, Wistle Blowing Sistem untuk pengawasan publik, Pertamina New Clean & AKHLAK atau Inovasi UO/AP untuk Dukung Tata Nilai serta Sistem Data Pajak Terintegrasi dengan Keuangan sehingga selalu termonitor dan taat pajak. Lantas untuk apa semua ini jika proyek digitalisasi masih gelap gulita tak bisa diakses publik? Apakah semua sistem itu hanya jadi jargon belaka? Dunia memang terus berkembang, penjahat selalu bisa mengikuti perkembangan sitem pencegahan kejahatan dan sistem penegakan hukum.

Kembali kepada Ahok BTP yang sangat terlihat kesal dan marah kepada Pertamina dan Peruri bahkan menyebut Peruri meminta Rp.500 M untuk proyek digitalisasi ini. Luar biasa, sebuah angka yang fantastis untuk sebuah pekerjaan yang dugaan saya tak seharusnya semahal itu. Setelah kami juga mencoba meminta keterangan dari Pertamina, pihak Pertamina menyatakan bahwa proyek ini terus berjalan dengan Peruri. Tapi ironi kemudian terjadi bahwa pihak Pertamina tak mau menyebut nilai kontrak pekerjaan ini berapa nilainya dan scope pekerjaan apa saja serta Rincian Volume Pekerjaan pun tidak jelas atau Pertamina sengaja menutupi informasi ini untuk sesuatu tujuan tersembunyi?

Publik tentu ingin tau dan menunggu transparansi proyek ini. Jangan-jangan ini jadi proyek siluman ular sanca atau ular piton, makan sekali kenyang dan tidur lama seperti kata Ahok BTP. Publik ingin memgetahui proses terjadinya proyek ini. Proses sejak awal seperti apa, mekanisme apa yang kemudian mendudukkan Peruri sebagai pelaksana proyek ini? Apakah melalui proses tender? Pemilihan langsung atau penunjukan langsung? Sudahkan mengikuti peraturan tentang pengadaan barang jasa? Siapa yqng menanda tangani kontraknya? Berapa nilai kontraknya? Apa saja scope pekerjaannya? Apa saja rincian pekerjaan dan volume? Apa saja spesifikasi teknis material dan sistem yang digunakan dalam proyek ini? Benarkah kontrak ditandatangani tanpa rincian pekerjaan dan volume serta tanpa nilai kontrak? Jika benar demikian, sungguh Pertamina gelap gulita dalam hal ini serta berpotensi melakukan banyak pelanggaran yang bisa berujung pada tuduhan perbuatan pidana korupsi atau cacat administrasi.

Kami sebagai bagian dari masyarakat menunggu transparansi dari Pertamina untuk menjawab pertanyaan publik ini.[•]

No comments so far.

Be first to leave comment below.

Your email address will not be published. Required fields are marked *