Tol Listrik Sulawesi Tahap 1 Rampung, Potensi Penghematan Capai Rp 44 M per Bulan Tol Listrik Sulawesi Tahap 1 Rampung, Potensi Penghematan Capai Rp 44 M per Bulan
Jakarta, Situsenergy.com General Manager PLN Unit Induk Pembangkitan dan Penyaluran (UIKL) Sulawesi Suroso Isnandar mengungkapkan, beroperasinya Tol listrik Sulawesi tahap 1 menyebabkan sebagian besar... Tol Listrik Sulawesi Tahap 1 Rampung, Potensi Penghematan Capai Rp 44 M per Bulan

Jakarta, Situsenergy.com

General Manager PLN Unit Induk Pembangkitan dan Penyaluran (UIKL) Sulawesi Suroso Isnandar mengungkapkan, beroperasinya Tol listrik Sulawesi tahap 1 menyebabkan sebagian besar Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) seperti PLTD Kolaka, PLTD Lasusua, PLTD Lambuya, PLTD Wua-wua dan PLTD lainnya tidak beroperasi lagi.

“Dan PLN dapat menekan konsumsi Bahan Bakar minyak (BBM) sebanyak 22.615 liter perharinya atau kurang lebih 678.450 Liter/Bulan, sehingga dapat menekan biaya pokok produksi,” kata Suroso dalam keterangan persnya yang diterima Situsemergy.com di Jakarta, Kamis (17/10).

Memjrut dia, PLN berhasil menekan biaya pokok produksi (BPP) dari Rp.1187/kWh (Sulbagsel) dan Rp.2219/kWh (Sultra) menjadi 1096 Rupiah/kWh dengan total potensi penghematan mencapai Rp 44 miliar per bulan.

“Disamping menekan BPP, tol listrik Sulawesi tahap 1 ini juga berhasil membuat pemerataan beban daya baik di Sistem Sultra, Sulteng dan Sulbagsel sehingga sistem akan lebih stabil,” ungkapnya.

“Selain memberikan ketersediaan listrik di Sulawesi, dengan adanya tol listrik artinya PLN berperan aktif mempersiapkan pengembangan penggunaan kendaraan listrik di Sulawesi,” tambah dia.

Sementara Direktur Bisnis PLN Regional Sulawesi dan Kalimantan Syamsul Huda mengungkapkan, pihaknya siap mendukung penuh pertumbuhan investasi di Sulawesi khususnya Sulawesi Tenggara setelah berhasil merampungkan pembangunan Tol listrik Sulawesi tahap 1, Kamis (17/10).

Membentang sejauh 3.767 kms (kilometer sirkit) dengan 5.687 tower transmisi serta 47 Gardu Induk berkapasitas total 2.648 MVA, tol listrik Sulawesi tahap 1 ini menghubungkan empat provinsi yaitu Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah dan Sulawesi Tenggara.

Menurut Huda, kebutuhan listrik di Sulawesi Tenggara cukup tinggi sehingga dengan tol listrik Sulawesi tahap 1, sekarang PLN telah siap memenuhinya. “Selesai nya tol listrik Sulawesi tahap 1 ini menjadi bukti komitmen PLN dalam mendukung penuh pertumbuhan investasi, kini kami siap menopang kebutuhan listrik terutama daerah Sulawesi Tenggara karena cukup banyak peluang investasi bisnis dari pelanggan Industri disana seperti industri smelter dan tambang lainnya,” papar Huda.

Adapun salah satu industri yang menjadi pelanggan premium platinum PLN di wilayah Sulawesi Tenggara yaitu PT Ceria Nugraha Indotama (CNI) yang telah melakukan MoU jual beli tenaga listrik sebesar 350 MW pada akhir 2018.

Sementara General Manager PLN UIP (Unit Induk Pembangunan) Sulbagsel I Putu Riasa menjelaskan bahwa rampungnya Interkoneksi antara Sulbagsel (Sulawesi Bagian Selatan) dengan Sultra (Sulawesi Tenggara) pada 19 September kemarin menjadi tanda terwujudnya Tol Listrik Sulawesi tahap 1.

“Pembangunan 1.263 tower transmisi bertegangan 150 kV (kilo volt) yang menjangkau sepanjang 797 kms (kilometer sirkit) dari Kendari – Unaha – Kolaka – Lasusua – Malili – Wotu menandakan selesainya pembangunan tol listrik sulawesi tahap 1,” kata Putu.(ert/rif)

No comments so far.

Be first to leave comment below.

Your email address will not be published. Required fields are marked *