Wamen ESDM Sebut, Program B20 Jalan 47,4 Persen Wamen ESDM Sebut, Program B20 Jalan 47,4 Persen
Jakarta, Situsenergy.com Pemerintah mengklaim mandatory biodiesel 20 persen (B20) cukup sukses dilakukan. Hal itu terbukti dari angka serapan fatty acid methyl ether (FAME) untuk... Wamen ESDM Sebut, Program B20 Jalan 47,4 Persen

Jakarta, Situsenergy.com

Pemerintah mengklaim mandatory biodiesel 20 persen (B20) cukup sukses dilakukan. Hal itu terbukti dari angka serapan fatty acid methyl ether (FAME) untuk menjalankan mandatory tersebut cukup besar yaitu mencapai 2,94 juta kiloliter (KL) per Juli 2019 kemarin.

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arcandra Tahar mengatakan dengam serapan ini maka porsi FAME yang terserap adalah 47,4 persen dari target 6,2 juta KL. Menurutnya besarnya angka FAME yang bisa dicampurkan pada solar dapat menekan laju impor BBM.

Dikatakannya, penghematan devisa negara melalui program B20 ini mencapai USD1,66 miliar. Jumlah ini setara dengan Rp23,2 triliun jika nilai kurs rupiah dipatok Rp14.000 per dolar AS). Angka ini didapat dari kalkulasi volume distribusi FAME dengan patokan harga BBM Mean of Platts Singapore (MoPS).

“Kalau kita lihat, harga MoPS, dikalikan volume FAME yang didistribusikan, maka penghematan itu sekitar USD1,96 miliar, Januari-Juli 2019,” kata Archandra di Jakarta, Selasa (13/8).

Pemerintah sendiri tahun ini menargetkan penggunaan B20 dapat menghemat devisa hingga USD3 miliar, atau setara dengan Rp42,05 triliun. Bahkan untuk meningkatkan realisasi penyerapan, akan digulirkan program B30 dimana porsi FAME yang dicampurkan pada minyak solar sebesar 30 persen.

“Pada saat yang bersamaan pemerintah juga terus melanjutkan uji coba penggunaan biodiesel 30 persen (B30). B30 ini masih dalam uji coba nanti terakhir di Oktober,” ucap Arcandra. (DIN)

No comments so far.

Be first to leave comment below.

Your email address will not be published. Required fields are marked *